kenapa ada fase bulan
Bulan tidak punya cahaya sendiri. Ia hanya memantulkan cahaya Matahari. Separuh Bulan selalu disinari, tetapi dari Bumi kita melihat bagian terang itu dari sudut yang berubah-ubah karena Bulan mengelilingi Bumi. Fase bukan bayangan Bumi. Bayangan Bumi hanya menutupi Bulan saat gerhana bulan.
proses satu siklus
Satu siklus penuh, dari bulan baru ke bulan baru berikutnya, memakan waktu sekitar 29,5 hari. Selama bulan membesar (dari bulan baru ke purnama) bagian terangnya bertambah, disebut waxing. Setelah purnama bagian terangnya menyusut, disebut waning. Bulan mengelilingi Bumi sekali dalam sekitar 27,3 hari, tetapi Bumi ikut bergerak mengitari Matahari, jadi Bulan perlu sekitar 2 hari tambahan untuk kembali ke fase yang sama.
8 fase bulan
bulan barutak terlihat
sabit awalsabit tipis, malam awal
kuartal pertamaseparuh terang
cembung awalhampir penuh
purnamaterang penuh
cembung akhirmulai menyusut
kuartal akhirseparuh terang
sabit akhirsabit tipis, dini hari
waktu terbaik melihatnya
Bulan sabit awal tampak di barat setelah matahari terbenam. Kuartal pertama paling tinggi saat senja. Purnama terbit saat matahari terbenam dan terbenam saat matahari terbit. Sabit akhir tampak di timur menjelang fajar.
fakta unik tentang bulan
jarak rata-rata± 384.400 km
diameter± 3.474 km
cahaya sampai ke bumi± 1,3 detik
gravitasi± 1/6 bumi
suhu permukaan± -170 s.d. 120 °C
menjauh dari bumi± 3,8 cm/tahun
cerita kecil dari bulan
Kita selalu melihat sisi Bulan yang sama, karena Bulan berputar pada porosnya dalam waktu yang sama dengan ia mengelilingi Bumi. Purnama tampak sangat terang, padahal permukaan Bulan sebenarnya gelap seperti aspal, hanya memantulkan sekitar 12% cahaya yang datang. Gravitasi Bulan menarik air laut sehingga terjadi pasang surut. Saat purnama atau bulan baru, Matahari, Bumi, dan Bulan hampir segaris, sehingga pasang lebih tinggi. Kadang Bulan berada lebih dekat dengan Bumi saat purnama dan tampak sedikit lebih besar dan terang, orang menyebutnya supermoon.